KETIKA KELUARGA LELAH, TUHAN NAIK KE PERAHU KITA (Luk 5:1–11)
INJIL Lukas 5:1-11, sangat dekat dengan pengalaman hidup keluarga. Simon Petrus dan rekan-rekannya telah bekerja sepanjang malam tanpa hasil. Mereka lelah, kecewa, dan hampir kehilangan harapan. Bukankah ini sering juga dialami keluarga-keluarga kita? Ada orang tua yang sudah berusaha keras mendidik anak, tetapi hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Ada pasangan suami-istri yang setia bekerja, namun tetap bergumul dengan ekonomi, kesehatan, atau komunikasi. Ada keluarga yang merasa sudah berdoa dan berusaha, tetapi masalah tidak juga selesai. Justru dalam keadaan seperti itulah Yesus datang. Ia tidak menunggu Petrus berhasil. Ia naik ke perahunya saat perahu itu kosong. Perahu itu adalah lambang hidup kita, dan hari ini, secara khusus, lambang hidup keluarga kita. Yesus menggunakan perahu Petrus untuk mengajar orang banyak. Artinya, ketika keluarga memberi ruang bagi Tuhan yakni, melalui doa bersama, kehadiran dalam Ekaristi, saling mengampuni, Tuhan memakai keluarga itu sebagai sarana berkat, bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang lain.
Lalu Yesus meminta Petrus menebarkan jala lagi. Permintaan ini terasa berat dan tidak masuk akal. Petrus sudah lelah. Namun ia berkata, “Karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala.” Inilah iman keluarga: tetap setia, tetap berusaha, tetap taat, bukan karena semuanya mudah, tetapi karena Tuhan hadir. Dalam keluarga, ketaatan itu bisa berarti: tetap setia dalam perkawinan, tetap sabar menghadapi anak, tetap saling mendengarkan meski lelah, tetap berdoa meski hati terasa kering. Ketika keluarga mau taat pada Sabda Tuhan, Allah bekerja dengan cara-Nya sendiri. Tuhan tidak menjanjikan bahwa keluarga kita akan bebas dari kesulitan. Akan tetapi Ia menjanjikan kehadiran-Nya di dalam perahu hidup kita. Dan kehadiran Tuhan itulah yang mengubah kelelahan menjadi harapan, dan kekosongan menjadi berkat.
Marilah kita membuka perahu keluarga kita bagi Tuhan. Biarlah Sabda-Nya membimbing langkah kita, dan penyelenggaraan-Nya kita percayakan sepenuhnya. Sebab keluarga yang memberi tempat bagi Tuhan tidak akan pernah ditinggalkan-Nya. Kiranya damai Kristus senantiasa tinggal di hati dan keluarga kita, meneguhkan iman, menguatkan harapan, dan menyalakan kasih dalam setiap langkah pelayanan.
Doa untuk Keluarga
Tuhan Yesus, Engkau hadir di tengah keluarga kami, terutama saat kami lelah dan hampir menyerah. Tinggallah di dalam perahu hidup kami, kuatkan iman kami, dan ajarilah kami saling mengasihi dengan setia. Amin.











